Some space you called home

desainbangunan.id

Style Desain

HOUSE DESIGN + INTERIOR

Desain Kontemporer

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kontemporer adalah pada masa kini, semasa ata sewaktu, sehingga yang paling menarik dalam gaya desain interior ini adalah gaya ini akan selalu terus berkembang.Gaya desain kontemporer merupakan bentuk modernisai baru yang lepas dari aturan-aturan dari gaya desain konvensional yang tradisional dan tak terikat batas-batas desain tertentu.  Anda dapat terus memperbarui konsep desain interior kontemporer sesuai tren yang ada.

Kontemporer​

Ciri khas yang dapat ditampilkan untuk desain kontemporer antara lain adalah penggunaan warna netral seperti putih, hitam; konsep terbuka atau minimnya sekat pada ruangan serta penggunaan material natural seperti batu alam, beton, atau besi yang tidak diberi finishing sering kali digunakan untuk desain kontemporer.

Desain Industrial

Gaya desain industrial yaitu karakter bangunan yang identik dengan penggunaan material yang berbahan dasar metal, dan dinding bata dengan lantai dasar biasanya menggunakan kayu,beton, ataupun semen. Karakteristik ruangan ini yaitu memberikan kesan unfinished.

Industrial

Bahan-bahan dari alam seperti kayu, marmer, dan batu alam menjadi bahan utama. Tidak hanya itu, bahan-bahan alami tersebut juga diberi sentuhan seni yang tinggi, seperti ukiran pada daun pintunya. Sementara, untuk bahan seperti marmer atau batu alam, biasanya hanya diberi pelapis agar tidak mudah berlumut atau berjamur.

Desain Klasik​

Rumah bergaya klasik merupakan gaya rumah eropa yang memberikan nuansa mewah dan elegan.Konsep dasar dalam pembentukan ruangan klasik adalah penataan ruangannya yang dilakukan secara simetris.Desain rumah klasik bisa menghidupkan memori masa lalu, nuansa kemewahan terlihat jelas dengan detail-detail arsitektur yang didukung dengan furniture antik juga unik.

Klasik

Bahan-bahan dari alam seperti kayu, marmer, dan batu alam menjadi bahan utama. Tidak hanya itu, bahan-bahan alami tersebut juga diberi sentuhan seni yang tinggi, seperti ukiran pada daun pintunya. Sementara, untuk bahan seperti marmer atau batu alam, biasanya hanya diberi pelapis agar tidak mudah berlumut atau berjamur.

Desain Minimalis

Gaya minimalis adalah  gaya arsitektur modern yang mengurangi unsur-unsur dekoratif (seperti ukiran, batu-batu dll) dan mengedepankan fungsi bangunan sebagai apa dan kebutuhan mendasarnya.

Minimalis

Warna monokromatis juga sering dipakai pada gubahan desain minimalis. Yang umum ditemui adalah hue warna hitam, cokelat, atau krem.

Desain RAW​

Gaya arsitek ini mengedepankan konsep unfinished , dimana unsur-unsur seperti dinding, lantai jendela, dibuat seperti belum selesai pembangunan. Jika diperhatikan sekilas mungkin gaya ini mirip dengan gaya industrial, namun unsur kuat yang ditonjolkan biasanya adalah pemakaian kayu unfinished  pada interior, dan gaya industrial lebih menonjolkan untuk besi atau baja yang ditampakkan langsung. 

RAW

Gaya arsitek ini mengedepankan konsep unfinished , dimana unsur-unsur seperti dinding, lantai jendela, dibuat seperti belum selesai pembangunan. Jika diperhatikan sekilas mungkin gaya ini mirip dengan gaya industrial, namun unsur kuat yang ditonjolkan biasanya adalah pemakaian kayu unfinished  pada interior, dan gaya industrial lebih menonjolkan untuk besi atau baja yang ditampakkan langsung. 

Desain Jepang

Memiliki konsep hampir sama dengan rumah minimalis, mengedepankan desain yang simple tanpa unsur dekoratif, rumah bergaya Jepang memiliki ciri khas pada lantai kayunya, kerangka kayu yang tertata rapi pada plafon, dan jajaran jendela geser. Konsep ini dapat membuat pemilik rumah merasa nyaman dan efisiensi pemakaian ruangan. 

Jepang

Bagi Anda yang ingin menghadirkan nuansa dan suasana interior ala Jepang di dalam rumah, Anda bisa memulainya dari pintu gerbang. Lebih dari sekadar pintu, gerbang atap bergaya rumah Jepang biasanya menjadi pemisah antara jalan dan tempat tinggal. Sehingga memberikan kesan lebih privat, tenang, dan juga nyaman.

Desain Tropis​

Rumah bergaya tropis sudah diterapkan di Indonesia sejak nenek moyang kita, dimana wilayah Indonesia memiliki beberapa karakter khusus seperti curah hujan yang lebat, suhu rata-rata sepanjang tahun yang hangat, dan kelembaban yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan untuk gaya rumah ini adalah desain atap yang luas, menerapkan konsep open space atau serba terbuka, sehingga sirkulasi udara di dalam rumah tetap terjaga, serta biasanya terdapat taman atau kolam untuk semakin menambah kesan tropis. 

Tropis

Hunian atau bangunan yang mengusung konsep Arsitektur Tropis umumnya memiliki overstek atau teritisan yang cukup lebar untuk meminimalisir tampias dari curah hujan dan kecepatan angin iklim tropis yang tinggi. Fungsi lain dari teritisan ini sendiri adalah mengurangi sinar matahari langsung untuk masuk ke dalam ruang-ruang agar hunian tetap sejuk tanpa mengurangi kualitas pencahayaan.

Desain Scandinavian

Gaya scandinavian merupakan salah satu gaya populer belakangan ini, terinspirasi dari rumah gaya eropa, rumah ini menggunakan warna-warna yang netral seperti warna abu-abu dan juga warna putih yang menjadi dominan pada ruangan. Selain itu juga memiliki ciri khas jendela yang besar karena dapat mendatangkan cahaya alami.

Scandinavian

Tujuan dan konsep utama desain Scandinavian adalah untuk meningkatkan estetika desain dan mempermudah pemilik rumah untuk menjalani kehidupannya sehari-hari. Agar tujuan tersebut bisa tercapai, desainer-desainer interior Norwegia mengurangi jumlah furnitur dalam rumah seperlunya saja.